SENSOR SUHU ~ THERMOCOUPLE
written by: Fadli Padriyana


Temperatur merupakan parameter pengukuran yang banyak digunakan dalam dunia instrumentasi. Pengukuran temperatur pertama kali tercatat ditemukan oleh Galileo pada tahun 1595.  Alat untuk mengukur temperature tersebut dinamakan thermometer. terdapat 4 besaran pengukuran suhu yang dikenal sampai saat ini, yaitu : Celcius; Kelvin; Reamur; dan Fahrenheit. ke empatnya memiliki perbandingan skala untuk mengkonversi nilai satu besaran suhu ke besaran suhu lainnya.
Setelah bertahun-tahun berlalu teknologi pengukuran suhu atau temperatur terus berkembang, karena dalam dunia industri, temperatur merupakan salah satu variabel proses, untuk itu dibutuhkan teknologi pengembangan dalam pengambilan pengukuran yang lebih akurat dan daya tahannya lebih tinggi. namun pada dasarnya cara kerjanya tetap sama, yaitu dengan mengandalkan perubahan energi kinetik yang terdapat pada molekul molekul yang terdapat pada benda atau alat tersebut.
Prinsip Kerja Thermocouple
Salah satu contoh sensor suhu yang digunakan dalam dunia instrumentasi adalah sensor Thermocouple. Thermocouple merupakan sensor yang banyak penggunaanya karena memiliki  respon yang cepat terhadap perubahan suhu dan memiliki rentang suhu yang luas. thermocouple menghasilkan beda potensial yang timbul karena perbedaan dua  jenis logam atau dikenal dengan efek thermo-electric. Efek thermo-electric ini ditemukan oleh Fisikawan Estonia, Thomas Johann Seebeck pada tahun 1821.
Untuk lebih jelas mengetahui cara kerja thermocouple, maka harus terlebih dahulu mengetahui bagian-bagian dari thermocouple itu sendiri, berikut dapat kita lihat pada gambar dibawah ini bagian-bagian dari thermocouple.
Bagian-bagian thermocouple:
  • Junction pengukuran: adalah bagian ujung dari konduktor yang dipanaskan
  •  Junction pengukuran: adalah bagian ujung yang terpisah, menghasilkan keluaran berupa tegangan
  •  Konduktor/logam A & B: jenis penghantar dari masing-masing kawat berbeda agar menghasilkan beda potensial.

Ujung junction pengukuran merupakan bagian pertemuan dua penghantar, yang masuk ke dalam fluida yang akan diukur temperaturnya, kemudian masing-masing penghantar terpisah dan terhubung pada logam yang jenisnya berbeda-beda, missal logam A merupakan tembaga murni (Cu) dan logam B adalah campuran tembaga dengan nikel (Cu-Ni), maka thermocouple  bertipe T dari standar ANSI memiliki range -270ᵒc-400ᵒc. Lalu junction referensi sebagai output berupa tegangan.
Jenis-jenis Thermocouple
            Dalam penggunaannya thermocouple memiliki banyak tipe bergantung pada logam yang digunakan yang berpengaruh pada range suhunya, dapat dilihat dari warna kabel yang digunakan berikut adalah tabel jenis thermocouple.
Dalam standar ANSI (American National Standard Institute) kabel merah sebagai ketetapan warna negatif sedangkan pada standar IEC (International Electrotechnical Commision) kabel putih sebagai ketetapan warna negatif.

Komentar