Sistem Pengaturan Udara Pembakaran Pada Boiler Pembangkit Listrik Tenaga Uap


Sistem Pengaturan Udara Pembakaran Pada Boiler
Pembangkit Listrik Tenaga  Uap

 Written by: Fadli Padriyana

            Tiga unsur yang menjadi persyaratan mutlak terjadinya pembakaran, yaitu: Udara; panas (api); dan bahan bakar. Pada pembangkit listrik tenaga uap bahan bakar yang biasanya menjadi bahan bakar utama adalah bahan bakar batubara (coal). Pembakaran pada boiler terjadi ketika tiga hal yang menjadi syarat mutlak pembakaran bertemu, tempat bertemunya dinamakan ruang bakar atau furnace.
            Pembakaran pada boiler menggunakan dua jenis udara yaitu, Udara Primer (Primary air) dan Udara sekunder (Secondary Air).
1.       Udara Primer (Primary Air)
Untuk menghasilkan pembakaran yang optimal, bahan bakar batubara terlebih dahulu dihaluskan dan dikeringkan di pulverizer, untuk kemudian dibawa menuju furnace. Batubara dihaluskan hingga mencapai ±200 mess, didalam pulverizer temperaturnya dijaga oleh udara yang dihasilkan PA Fan atau oleh udara primer sehingga batubara dapat digunakan untuk pembakaran. Jika temperatur batubara terlalu kering dikhawatirkan batubara terbakar didalam pulverizer atau sebaliknya jika udara terlalu lembab atau sejuk maka akan terjadi penumpukan batubara pada bagian bawah pulverizer sehingga kerja motor penggiling batu bara akan lebih berat dan batubara tidak dapat digunakan untuk pembakaran.
Selain untuk menjaga temperatur, udara primer juga berfungsi sebagai media transportasi bahan bakar. Bahan bakar batubara yang telah mencapai nilai 200 mess akan terbawa oleh udara primer yang dihembuskan oleh PA Fan dari bawah ke atas melalui coal pipe (saluran bahan bakar) menuju ke furnace.
2.      Udara Sekunder (Secondary Air)
Udara sekunder yang dihasilkan oleh FD Fan digunakan sebagai pemasok kebutuhan udara pembakaran pada ruang bakar, Sumber udara sekunder adalah dari udara atmosphere yang dihisap masuk oleh FD Fan kemudian dilewatkan melalui SCAH (Steam Coil Air Heater) sebagai pemanas mula mula untuk mencegah korosi karena kandungan moisture dan sulfur yang terkandung pada udara atmosphere. Udara yang telah melalui SCAH bersuhu sekitar 35C kemudian udara tersebut masuk ke Secondary Air Heater untuk dipanaskan. SECA Heater ini bekerja dengan memanfaatkan gas sisa pembakaran boiler yang dihisap menuju stack oleh ID Fan, yang dilewatkan melalui piringan  berputar yang didalamnya terdapat elemen pemanas sehingga dapat memungkinkan perpindahan  panas yang diabawa oleh gas sisa pembakaran ke udara yang dihembuskan oleh FD Fan, sehingga suhu udara tersebut menjadi ±350C.
Udara yang telah dipanaskan kemudian masuk melalui row-row burner menuju furnace dan bertemu dengan bahan bakar batubara yang telah dihaluskan yang dibawa oleh PA Fan sehingga terjadilah pembakaran pada boiler dan memanaskan air yang terdapat pada walltube, yang uapnya akan digunakan untuk memutar turbin yang dikopel dengan generator sehingga menghasilkan listrik.


Gambar Alur udara pembakaran pada Boiler

Komentar

Postingan Populer